Hari Ke Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh Ngampus

Foto saat obervasi ke Desa Ciinjuk
“Maaf bu, atas nama saya tadi pas perkuliahan tadi tidak bergabung di zoom, tetapi dalam sistem perkuliahan absensinya hadir.” Satu pesan ini dengan ragu gue kirim ke dosen pengampu mata kuliah study kebantenan, dosen tersebut bertanya kepada gue kenapa tidak hadir, dengan jujur gue membalas bahwa setelah jam delapan melihat informasi perkuliahan di undur tiga puluh menit, gue tiduran dan akhirnya benaran ketiduran.

Tidak ada balasan lagi, gue browsing ke sistem perkuliahan dan menemukan bahwa kehadiaran gue yang tadinya hadir, berubah menjadi alpha. Entahlah, gue ragu dengan keputusan ini, biarlah gue merasa menyesal karena telah jujur akan hal ini.

Hari ke Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh Ngampus, mata kuliah ada tiga yaitu study kebantenan, Pancasila dan ketahanan pangan. Untuk mata kuliah pertama, study kebantenan dilaksanakan secara online, ini sedikit ada masalah bro. jadi begini, kan jadwal mata kuliah harusnya jam delapan pagi, syukurnya gue terbangun tepat banget, langsung aja tuh gue menyambar hp untuk membuka grup mata kuliah tersebut, dengan jelas tertera di sana mata kuliah diundur dulu ke setengah Sembilan karena Bu Dosennya mau mengantar suaminya berobat dulu.

Melihat infomasi itu, gue pun lanjut tiduran lagi sebentar, eh malah kelewat bro, bangun-bangun gue jam Sembilan pas. Untuk yang kedua kalinya gue menyambar hp, membuka grup mata kuliah yang ternyata telah selesai co. waduh, gue ketinggalan nih! Dosen menginformasikan di grup, siapa yang tadi tidak bergabung ke zoom? Tidak ada balasan. Di situlah gue melihat absensi di sistem perkuliahan, buset dah! Dihadirin semua co! Padahal kan gue nggak bergabung, yeah akhirnya dengan penuh keraguan gue pun menghubungi Dosen tersebut.

Gue nggak tahu kontrak perkuliahannya tadi membahas apa saja, dengar-dengar informasi dari teman gue sih katanya hanya sebentar doang. Yeah, gue sudah pasrah absen di pertemuan pertama ini, lain kali gue harus lebih siap lagi biar tidak mengulanginya.

Mata kuliah kedua, Pancasila dilaksanakan secara online. Nah, ini sempat ada kendala juga bro, katanya sih Dosen kesulitan mencari tempat untuk melakukan zoom meeting, jadi harus berkeliling, mana di hari pertama puasa lagi. Pembahasannya seperti biasa, tidak jauh dari sebentar kontrak perkuliahan. Oh yah, Dosen ini yang direkomendasikan oleh jurusan untuk dipilih, katanya sudah melakukan kerja sama, jadi yang mengontrak mata kuliahnya seharusnya dari jurusan PNF saja, lah, pada kenyataannya ada yang dari luar juga.

Sebelum di tutup, Dosen meminta untuk jadwal perkuliahan menyesuaikan dengan waktunya, karena katanya sedang ikut pelatihan atau test dah itu, ini nih pelatihan PNS, itulah pokoknya. Lebih lanjut dosen cerita, kemarin sambil mengajar dia juga sedang wawancara , lah kok bisa bentrok yah? Nggak tahu dah gue ini salah pihak kampus atau bukan, yang jelas pernyataan dari Dosen seingat gue sih bilangnya di satu sisi wajib banget ikut pelatihannya, dan di satu sisi tidak bisa izin untuk mengajar.

Kondisi seperti ini, bukan hanya Dosen yang jadi korban tapi mahasiswa juga co, maksud gue kok nggak ada pengganti, apakah kampus kekurangan tenaga Pendidikan? Kalo misalnya nggak mau rekrut lagi, ya cari solusi lainlah membantu Dosen yang bersangkutan.

Mata kuliah ketiga, ketahanan pangan juga dilaksanakan secara online. Gue kira bakalan ketat gitu proses perkuliahannya, ternyata nggak, santai-santai aja. Lumayan sulit sih bagi gue mah, karena dosen yang satu ini lebih banyak menggunakan sistem kampus seperti siakang dan spada. Sempat ada kendala juga nih, tadinya kan mau di absen nama peserta didik satu persatu, tapi katanya capek. Untuk itu menyuruh kami untuk mengerjakan tugas yang sudah diberikan di Spada.

Ada tiga pertanyaan sih, pertama mengapa ketahanan pangan penting bagi keberlangsungan suatu negara? Pertanyaan kedua, Uraikan salah satu pilar ketahanan pangan (Ketersediaan, keterjangakuan, pemanfaatan dan kestabilan) serta berikan contoh penerapannya! Pertanyaan ketiga, tanggapi satu jawaban teman (setuju atau pandangan berbeda mengungkapkan alasannya) dan inilah jawaban gue bro.

1. Menurut kecamata saya, ketahanan pangan itu sangat penting sebagai bekal hidup dalam suatu negara atau wilayah. Sebelum itu kita tentu sepakat bahwa menurut pengertiannya sendiri ketahanan pangan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, bicara soal kebutuhan tentu itu sudah masuk ke dalam ranah bekal.

Selain itu, ketahanan pangan sangat penting karena untuk menjaga kestabilan suatu Wilayah dalam menghadapi suatu krisis atau cuaca yang tidak menentu. Contohnya, sumber makanan utama di kita adalah nasi, kalau belum makan nasi, meskipun sudah makan pizza, gacoan, siomay, bakso, mie ayam dan aneka makanan lainnya, itu tak disebut makan, melainkan mengemil.

Dalam hal ini, nasi memiliki nilai yang berharga. Bayangkan kalo tiba-tiba hasil panen para petani menurun, sedangkan kebutuhan konsumen meningkat, pasti ada masalah di situ. Akan banyak yang kelaparan dan kalau pun barangnya ada, harganya selangit. Di situlah pentingnya ketahanan pangan, bagaimana pemerintah sebagai pihak berwenang harus memiliki solusi yang kongkrit agar kebutuhan pasar tetap stabil dan terpenuhi, tanpa bergantung pada impor negara asing! Karena kita negara kaya akan SDA dan keanekaragaman lainnya.

2. Pilar ketahanan pangan yang harus menjadi titik fokus pemerintah sekarang, menurut hemat saya adalah di pemanfaatan. Kenapa? Karena untuk ketersediaan lahan misalnya kita sudah kaya melimpah, saking kayanya sumber paru-paru dunia pun ditebang dengan percaya diri hanya untuk jadi sebuah Kota IKN yang mengkarak progresnya.

Contoh penerapan pemanfaatannya, saya baru kepikiran begini, setiap daerah harus memiliki  satu fokus di bidang pertanian atau sesuai potensi daerah tersebut. Misalnya kabupaten pandeglang fokus menanam ubi-ubian jalar. Kabupaten Lebak, fokus di bidang pertanian menanam padi. Kabupaten Serang, fokus di bidang perikanan, Kota Cilegon dan kota serang fokus di produksi serta distribusi barang, dengan begini ketahanan pangan provinsi banten melimpah, bahkan bisa menjualnya ke provinsi lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Untuk menanggapi, gue asal pilih aja yang terpenting tugas selesai dikerjakan. Di minggu depan, katanya sih pembelajaran akan dilaksanakan secara offline tempatnya di study centre 2, nggak tahu gue itu di mana posisinya, mengingat kampus di Sindangsari cukup luas, biarlah nanti gue cari infonya dari yang lain.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement