Hari Ke Tiga Ratus Lima Puluh Enam Ngampus

Foto mk yang diampu Prof Syadeli Hanafi
“Apakah ada yang bertanya lagi, sebelum kita tutup pertemuan ini?” Tanya Dosen kepada kami

“Saya Pak, semalam saya mencari RPS di Siakang, tapi belum ada, bagaimana gambaran perkuliahan kita selama satu semester ini?” Kata gue, memulai bertanya lagi.

“Oh, pertanyaan bagus. Nanti saya perlihatkan dulu ya RPS-nya.”

Kemudian menjelaskan gambaran perkuliahan selama satu semester.

Hari ke tiga ratus lima puluh enam ngampus, sebenarnya bukan perdana di semester enam ini. Karena, pada perkuliahan dua hari sebelumnya Senin dan Selasa tanggal merah, sedang memperingati imlek. Jadilah perkuliahan di tiga ratus lima puluh empat dan tiga ratus enam puluh lima ngampus tersebut, tidak ada pertemuan. Kosong aja gitu. Dengar-dengar sih, libur selama dua hari ini atas dasar kebijakan baru dari pemerintah pusat, jadi mau tak mau pihak kampus harus mengikuti. Kocak aja euy, bisa-bisanya hari perdana ngampus di tanggal merah. Tahu gitu mah, undur lagi aja liburnya di Minggu depan, banyak liburnya nih di minggu ini.

Pertemuan pertama pada mata kuliah Teknologi Transformasi Digital ini seperti biasa hanya kontrak mata kuliah, membuat beberapa kesepakatan selama satu semester ke depan antara dosen dan mahasiswa. Awalnya gue kira dosen ini dari jurusan ilmu komunikasi co, tapi ternyata setelah pengenalan, gelarnya computer, itu artinya dari untirta Teknik cilegon co! Bjir dah, kesasar nih gue sampai dapat MK yang posisinya di Cilegon.

Tuhan maha baik banget. Setelah gue terkejut, ada kabar yang menggembirakan sekaligus memupus harapan gue, apakah itu? Perkuliahan selama satu semester yang tadinya diselenggarakan hybrid, akan menjadi full online co! baguslah, gue nggak perlu ribet berangkat ke Cilegon, mana jadwalnya di jam pertama lagi, No! gue nggak sanggup membayangkannya.

Gue kepikiran begini, kenapa sih harus ikut mata kuliah teknologi transformasi digital, padahal di jurusan sudah dua semester belajar. Bukan berarti gue tinggi hati karena telah mempelajarinya, tapi kelihatan janggal aja, kayak nggak ada sinkronisasi.

Jadi, menurut keyakinan gue, ini tidak efektif di ulang lagi dan kalo tetap kebijakannya ada mk yang harus dikontrak, misalnya mata kuliah kebugaran jasmani atau ilmu ekonomi, ini kongkrit. Kalo yang berbau digital-digital, semua jurusan pastinya sudah berkbilat duluan, lantas ngapain diulang-ulang lagi coba? Entahlah.

Dosen memberikan pilihan untuk UTS nanti, apakah analisis topik lalu dibuat artikel atau quis? Gue mambaca sekilas sistematika analisis topik proses pengerjannya seperti apa, oke gue pun berkesimpulan ini cocok bagi kami yang levelnya sudah semester enam. Penanggung Jawab mata kuliah membuat voting atas dua pilihan itu, dan elo tahu hasilnya seperti apa? Rata-rata memilih quis cuy. Selanjutnya untuk projek UAS nanti ada satu pilihan yang akan mendapatkan nilai tinggi, yaitu membuat webinar. What webinar? Lumayanlah.

Gue bersyukur sebelumnya selama dua semester di mata kuliah ICT benar-benar mengalami tekanan yang cukup tinggi, ada manfaatnya juga. Jujur gue nggak merasa tertantang dengan mata kuliah yang disingkat TTD ini, nyantai banget. Tapi meskipun begitu, gue nggak mau lengah dan tinggi hati, gue nggak tahu apa yang akan terjadi selama satu semester ke depan nanti, yang jelas semoga dah gue bisa melewati setiap perjalanannya.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement