Pembelajaran akan menyenangkan ketika fasilitas yang kita butuhkan itu ada. Dalam hal ini, ada keinginan terbesar gue yang sudah lama tak kunjung dipenuhi, akibat dari uang untuk dialokasikan tersebut, beralih ke kebutuhan yang lain. Mungkin bagi orang-orang ini sepele guys, tapi bagi gue lumayan berharga. Yaitu: meja belajar. Sebenarnya penting nggak penting sih, di Rumah juga ada meja di ruang tamu yang sering gue bawa-bawa ke Dapur atau Kamar untuk belajar, tapi itu kebesaran dan membuat gue nggak nyaman dalam belajar. Maka dari itu, sebagai mahasiswa yang sering krisis duit, gue pun berusaha untuk mengumpulkan perlahan.
Sampai akhirnya uang sudah terkumpul, lumayan sih sekitar seratus ribuan hehe. Di situ gue mulai berkelana mencari berbagai macam jenis meja belajar yang ada di Aplikasi Shopee. Untuk terhindar dari ‘gagal beli’ atau ‘barang cacat’ proses pencarian gue cukup lama, sekitar seharian juga belum kelar cuy. Yang kadang membuat gue ketawa sendiri adalah, ketika gue sering bolak-balik nonton live dari penjual. Dengan santainya gue sering ikut berkomentar ‘Kak, lihat etalase 40 dong’ lalu ‘Ini kalo order sekarang, di kirimkan kapan ya?’ kemudian, melihat detail produk, diakhiri membaca beberapa review barang dari yang sudah membeli.
Setelah full seharian gue mencari, besoknya tanpa berpikir Panjang lagi, gue langsung membeli meja belajar tersebut, dengan harga seratus sepuluh ribuan. Ada rasa cemas yang gue rasakan ketika sudah fix, menentukan produk. Banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak gue, seperti: Bagaimana kalo ini gagal? Bagaimana kalo produknya ada yang cacat, apa yang akan gue lakukan? Bagaimana kalo barangnya sudah datang, tapi gue nggak cocok dengan meja itu? Tapi, pertanyaan-pertanyaan tersebut, gue tepis jauh-jauh. Bagi gue, apa pun yang akan terjadi nanti, biarlah itu terjadi takdirnya memang seperti. Dan semoga, ada jalannya, apa pun itu.
Tiga hari kemudian, barang itu belum juga datang. Biasanya, si Abang paket mengantarnya di Sore hari untuk di Kampung gue, tapi entah ada kendala atau apa, belum kunjung datang juga. Di malam hari sekitar jam delapanan, Abang gue membawa paket yang cukup besar, sambil bilang paket siapa ini, segera bayar. Maklum soalnya gue pakai akun shopee dia, jadi kebingungan juga paket siapa itu hehe. Gue pun langsung membayar paket itu, lalu menarik nafas dengan pelan untuk segera membukanya.
“Woi, buruan buka paketnya, malah melamun lagi.” Semprot Abang gue, yang dari tadi nunggu untuk mem-vidiokan.
SREET! SREET! SREET! Gue buka dengan brutal. Dan di sinilah awal dari segalanya, di mana meja belajar yang sudah gue tunggu-tunggu, tidak sesuai pesanan. Bagaimana tidak, mejanya retak. Kemudian, kakinya juga patah.
“Oh yah, ya udah.” Inilah respon singkat gue. Dingin, tapi mewaikili semuanya.
Cukup berguna juga dari awal gue sudah berekspetasi rendah terhadap meja belajar ini, bayangkan kalo ekspektasi gue tinggi, pasti bakalan geram banget; Dasar Nanas! Jeruk! Apel! Ngapain jauh-jauh mengirim barang rongsokan ini! Niat jualan nggak sih! Untuk itu, dari pada fokus pada masalah gue alihkan ke solusi. Mulailah gue mencari tutorial di youtube bagaimana proses pengembalian barang yang rusak ke penjualnya. Gue pun segera mengemas kembali barangnya dengan rapih, lalu mulai menurunkan ekspektasi lagi, kalo seandainya barang sudah kembali tapi uangnya nggak ada, ya sudah gue ikhlaskan saja. Anggap saja sedekah.
“Buat apa dikembalikan lagi, gimana kalo barangnya hilang dan uangnya hilang juga?” Tanya Mamak, kepada gue.
“Calm aja, kita lihat gimana nanti.” Jawab gue dengen PD-nya. Padahal dalam hati, Ya Tuhan! Wayahna, wayahna, wayahna iye mah.
Di sinilah pengalaman pertama gue menggunakan jasa JNE untuk proses pengembalian barang. Sebenarnya ada beberapa alternative sih, cuman gue lebih memilih JNE. Hal ini berdasarkan dua pertimbangan, pertama lokasinya lebih dekat dengan Pasar Pandeglang, jadi lumayan mudah diakses. Kedua, dulu Abang gue pernah mengirim paket dari Banten ke Lampung, itu cepat banget, nggak sampai tiga harian. Gue lupa lagi sih Abang gue pakai yang reguler atau apa, yang jelas ini sebagai bukti bahwa JNE dapat dipercaya, jadi ya sudah tanpa berpikir Panjang gue langsung ‘klik’ lalu menulis nomor resi yang tersedia.
Menurut informasi yang gue dapat di tutorial Youtube, nomor resi itu sangat penting kita cantumkan di barang yang akan dikembalikan. Kegunaannya sebagai identitas dari barang tersebut. Makannya nggak tanggung-tanggung, tadinya gue mau print sekaligus seperti layaknya paket yang baru datang gitu, tapi melihat contoh-contoh yang lain hanya mencantumkan nomor resi doang, buat apa repot-repoot ya. Sebagai gantinya, gue buat tulisannya besar sekitar satu kertas HVS A4, kurang tahu gue ukuran nomornya, yang jelas dari kejauhan sepeuluh meter nomor resinya terlihat jelas. Tinggal besoknya gue mengantarkan barang ini ke JNE tersebut.
Gue jujur, nggak ‘ngeh’ banget. Malahan masih bertanya-tanya, ternyata segampang itu yah mengembalikan barang. Apakah di semua jasa layanan seperti itu atau hanya di JNE? Jadi ketika gue masuk ke ruangannya, si Bapak sebut saja Pak Toha, bertanya tujuan gue mau ngapain? Ya, gue jawab mau mengembalikan barang doang. Apa jawabannya coba? Kalo ada nomor resi-nya simpan di situ yah, dan boleh pulang. Nggak ada bayaran di luar sistem, semuanya transparan, profesional juga nih yang mengelola JNE, padahal kalo pun si Bapak minta uang tambahan dengan alasan baru buka toko, jadi harus ada ‘Panglaris’ gue beneran bakalan memberi, tapi begitulah faktanya.
Cukup lega ketika barang sudah gue kembalikan ke penjual. Di waktu Sore gue iseng-iseng membuka Aplikasi Shopee, ternyata barang sudah sampai ke tujuan dan uang gue akhirnya kembali cuy! Wah, gue senang banget, akhirnya uang yang hampir hilang itu terselamatkan. Lumayan buat kuliah selama tiga hari hehe. Gue bersyukur sekaligus refleksi diri, bayangkan kalo gue nggak berani mengambil resiko menuliskan nomor resi JNE di barang pengembalian, pasti istilahnya sampai Mumi Fir’aun hidup juga uang yang sudah gue kumpulkan tidak akan kembali lagi.
#JNE #ConnectingHappiness #JNE35BergerakBersama
#JNEContentCompetition2026 #JNEBeragamCerita
0 Komentar