Foto bersama
Kita nggak akan pernah tahu kenapa kita ditempatkan dalam situasi tertentu oleh Tuhan, tanpa adanya refleksi diri dan melihat keterbatasan orang lain di bawah situasi yang kita alami. Dua hal inilah pintu yang membuat kita menerima setiap ketentuan-Nya. Baik dan buruknya adalah dua hal yang membuat perjalanan hidup kita berwarna.
Hari ke tiga KKM, untuk jadwal ada empat kegiatan. Pertama, nanti yang cewek aka mengikuti pengajian bersama Ibu-ibu di jam sepuluhan. Kedua, akan adanya kegiatan Publik Speaking di waktu Siang. Ketiga, jadwal memasak. Dan yang terakhir kegiatan Yasinan dengan para santri Putra di Pondok. Waktu pagi hari itulah, kami para yang nggak berangkat ke pengajian bersama Ibu-ibu, berinisiatif merapihkan posko yang masih belum terlihat rapih, terutama barang-barang kami para Cowok.
KETIDAKPASTIAN SANTRI PUTRI MENGIKUTI WORKSHOP PUBLIK SPEAKING
Sebelum berangkat ke Ponpes, gue mengingatkan humas untuk menghubungi pihak Pondok, apakah para santri putrinya bisa membersamai atau nggak? Setelah menunggu beberapa menit, ada balasan yang membuat sesi pemberangkatan berhenti, yeah pihak pondok meminta jadwal workshop diundur besok, karena santri putrinya tidak bisa membersamai.
Gue nggak begitu terkejut sih mendengar informasi ini, toh nggak apa-apa Santri Putri tidak bisa membersamai, toh masih ada Santri Putra yang bisa membersamai. kita harus fleksibel menyatukan antara waktu dari mereka dan waktu yang kita buat sendiri. Beruntungnya setelah melalui komunikasi yang cukup taktis oleh humas dengan pihak pondok, untuk para santri putri bisa hadir.
PEMATERI POWERFULL
Yang mengisi materi workshop publik speaking adalah dari teman kampus kami, pengalamannya sih lumayan mentereng, apalagi pernah aktif menjadi duta. Dan ketika menyampaikan materi benar-benar powerfull banget, kayak dia adalah pakarnya. Bisa membuat suasana tidak canggung dan kaku penjelasannya.
Sempat di pertengahan mengalami kendala, mati lampu. Mic yang digunakan otomatis mati, karena memang bukan menggunakan speaker bluetooth. Di sinilah letak pengalaman berbicara, dia tetap tenang menyampaikan materi tanpa menggunakan mic.
LOKASI PEMBUANGAN SEMENTARA
Setelah selesai workshop Publik Speaking, gue meminta kesediaan lurah santri untuk mengantar melihat tanah pembuangan sampah yang diberikan oleh Pak Kiyai. Belum fiks sih tempat itu diberikan kepada kami untuk dikelola, setidaknya bila sudah tahu duluan kita tergambar untuk mengembangkan ide.
KETIDURAN
Di Sore hari nggak ada kegiatan, gue ngantuk banget dah, setelah makan cemilan ceritanya gue ketiduran, eh buset beneran tidur cuy wkwk. Lumayanlah istirahat sejenak dari hirak-pikuk KKM.
YASINAN DI MASJID KOMPLEK
Jadwal setelah Magrib gue harus ke Pondok untuk mengikuti kegiatan yasinan dan marhaba. Tapi ketika gue Shalat Mahgrib di Masjid komplek ada kegiatan mengaji Yasinan dan Marhaba, ya udah gue pun ikut dulu di situ, karena walau bagaimana pun juga harus bermasyarakat di lingkungan kompleks.
MARHABA BARENG SANTRI
Gue nggak ikut Yasinan dengan Santri Putra, gue hanya bisa ikut Marhaban. Wah, ini kesan gue keren banget bro benar-benar menikmati suasana Santri, vibesnya itu loh! Nggak bohong banget loh! Ketagihan gue, gaslah di Minggu depan semoga bisa membersamai.
Akhir kata, hari ini gue lebih banyak waktu di Posko dengan menggunakan aktifitas yang produktif seperti membaca buku dan beres-beres posko. Yeah, begitulah.
0 Komentar