Bersama Pak Camat
"KKM kita tuh jatuhnya kayak Program MBG anjir, konsepnya belum matang tapi sudah diterapkan." Kata Doni menyampaikan leluconnya saat rapat.
"Walah, keren cuuy!" Celetuk Umar
"Ternyata Doni diam-diam tuh, tadi lagi mikir anjir." Celetuk yang lain, membuat suasana rapat dipenuhi gelak tawa.
Hari pertama KKM, nggak ada yang sempurna, nggak ada yang spesial, karena baru memulai tidak ada cerita yang bernilai, kecuali direfleksikan apa yang telah kita lakukan.
Apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika memulai aktifitas yang baru? bersikap siaga, dan mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang lain. Hal ini normal dilakukan, dan itulah yang sedang gue lakukan. Dalam perjalanan menuju posko gue kepikiran, sebenarnya apa sih tujuan gue mengikuti KKM? Tentu gue sudah mendapatkan jawabannya, tapi belum mengakar banget gitu, entahlah gue bisa kepikran begini karena pola pikir gue berkembang atau karena ada benturan pemikiran lain yang memaksa untuk kepikiran? begitulah.
Gue berangkat ke Serang sekitar jam sepuluhan. Sebenarnya ada pelepasan KKM sih di Kampus, tapi karena di kelompok gue sudah ada yang mewakilkan ya udah gue tinggal berangkat ke aja ke Posko, sampai nanti persiapan pembukaan di Kecamatan. Untuk itu gue mampir dulu ke Perpustakaan FKIP, tujuannya sih ada dua, pertama mengembalikan buku dan yang kedua kalau ada yang menarik bukunya, gue bakalan pinjam lagi, eh plot twist-nya gue tertarik sama empat buku, tapi yang jadinya sih gue pinjam tiga doang.
BERANGKAT KE POSKO
Lokasi KKM gue kan dekat Banten lama yah, jadi ini juga sih yang membuat gue sedikit lumayan mendapat pengalaman melakukan pengabdian di tanah para Sultan Banten. Tadinya sih gue mau berangkat naik kereta, tapi karena setelah gue hitung-hitung perkiraan biaya transportasi dengan menggunakan jasa Maxim, ya udah gue putuskan memesan jasa Maxim.
NGARET PEMBUKAAN DI KECAMATAN
Sempat ada kendala ketika kami mau melakukan pembukaan di Kecamatan, karena ternyata Pak Camatnya belum datang aja. Karena lumayan lama yah, menunggu sekitar satu jam, kami para ketua meminta kepada pihak Kecamatan untuk memastikan apakah Pak Camat bisa membersamai atau cukup diwakilkan saja? Jawaban dari Pihak Kecamatannya tunggu dulu aja, kita nonton bola dulu aja wkwk. Gue tahu itu konteksnya becanda, tapi ya gue juga nggak enak sih ada tamu gue yang harus nunggu lama, mana tamu gue jadwalnya cukup padat juga lagi.
"Makannya setelah saya tahu bahwa ada pembukaan KKM di Kecamatan, dari Untirta. Saya nggak mau diwakili, pokoknya harus saya yang hadir, biar sekalian nostalgia memakai almamater kebanggaan." Kata Pak Camat dalam sambutannya.
Inlah yang menjadikan alasan kenapa pas pembukaan kita mengalami ngaret, sekitar satu jam. Pak Camat mau nostalgia.
ARAHAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN (DPL)
Setelah selesai pembukaan, DPL sempat mampir ke Posko kami, memberikan arahan-arahan terkait kegiatan KKM harus ngapain aja dan programnya harus dimatangkan. Iya, maksudnya konsepnya biar ketika dilaksanakan nggak acak-acakan. Sebentar doang sih memberikan arahan, sisanya pulang ke Rumahnya.
MEMANTAU LINGKUNGAN SEKITAR POSKO
Kami tuh sebenarnya kan KKM nya di Ponpes, tapi karena mengalami kesulitan dalam mencari Posko, ya udah lumayan jauh lokasinya. Kami tuh Poskonya ada di Perumahan. Gue kira ya namanya juga perumahan itu sepi, ternyata setelah gue mencoba keliling lumayan ramai juga bocil-bocil untuk dilibatkan dalam satu program di sekitar Posko selain di Ponpes.
BERBINCANG DENGAN PIHAK PONDOK
Setelah magrib, gue sudah menghubungi pihak Pondok untuk kami melakukan koordinasi persiapan pembukaan. Sebenarnya ini tugas humas sih, tapi karena namanya juga kita kerja sama, ya udah kita saling handle aja. Nggak ada tujuan untuk melakukan pendekatan dengan para santri sih ketika kami berkunjung, yah hanya mau koordinasi saja. Tanpa kami antispasi ternyata ngalir banget ngobrolnya, kita banyakmembahas terkait situasi Pondok dan menetapkan program kerja di Pondok selama satu bulan tersebut.
BRIEAFING UNTUK KEGIATAN BESOK
Sebelum tidur, kami menyelenggarakan rapat untuk persiapan besok, ada tiga yang dibahas sih. Pertama progres dari masing-masing divisi, kedua persiapan besok dan yang ketiga penyampaian hasil perbincangan dengan pihak pondok. Permintaan dari para santri, mereka ingin ada bimbel bahasa Indonesia. Hal ini berangkat dari kebtuhan mereka, karena sering menggunakan bahasa lokal, membuat mereka menggunakan bahasa Indonesia menjad kaku.
Terakhir, nggak kerasa banget dah sudah satu hari aja melakukan KKM, waktu terasa begitu cepat. Entah karena gue nya terlalu menyibukkan diri atau memang karena datangnya juga sekitar siangan, jadi waktu ke Sore atau malam jadi nggak kerasa berjalannya.
0 Komentar