Bersama Para Santri Putra Pembukaan KKM
Hari kedua KKM di Ponpes kegiatan untuk hari ini hanya fokus pada pembukaan, setelah kemarin kami melakukan pembukaan di Kecamatan. Sebenarnya untuk teknis pembukaannya semi formal, nggak formal-formal aja, mengingat ini hanyalah pembuka pintu untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Berdasarkan hasil perbincangan, untuk pembukaan ini hanya dihadiri oleh Santri Putra aja, karena untuk Santri Putri belum tentu bisa membersamai, terkendala oleh jadwal ngaji. Ya, namanya juga fleksibel, kita nerima aja. Tapi menjelang pembukaan, di situlah titik di mana ada keriweuhan, Santri Putri bisa membersamai.
PROSES PEMBUKAAN
Adanya Santri Putri membuat kami sedikit terkejut, meskipun memang dari awal kami sudah mengantisipasinya. Santri putra hanya ada sekitar 10 orang, sedangkan santri putri sekitar 30 orang, dan sesuai aturan pondok keduanya harus dipisah, tidak bisa disatukan. Untuk Pak Kiyai dalam pembukaan tidak bisa membersamai, karena sedang ada jadwal pengajian bersama bapak-bapak. Maka dari itu, diwakili oleh Ibu Nyai, istri dari Pak Kiyai.
Pembukaan normal-normal aja sih, nggak ada kendala. semuanya berjalan sesuai rencana. Cuman pas gue memberikan sambutan, ada sedikit kebingungan mau menghadap ke audinens yang mana. Kaalo gue menghadap ke Santri Putri kan nggak mungkin, meskipun beneran ada di depan gue co wkwk. Dan mau menghadap Santri Putra juga, jaraknya jauh. Untuk itu gue tentukan titik tengahnya aja, sekilas melihat ke Santri Putri dan sekilas melihat ke Santri Putra.
ISTILAH MAHASISWA DAN MAHASANTRI
Serah terima Proposal KKM
BUKAN HANYA MENGABDI, TAPI JUGA BELAJAR BERSAMA
Dalam penyampaian proker gue menekankan kalimat bahwa hadirnya kami di sini bukan hanya untuk melakukan pengabdian saja, tetapi juga untuk sama-sama belajar dengan santri putra dan para santri putri. Karena memang ada beberapa yang dari kami sudah pernah merasakan dunia Pondok dan bahkan ada yang belum pernah juga, jadi dengan KKM di Pondok ini menjadi momentum untuk ikut berpartisipasi di dalamnya.
TERJALINNYA HUBUNGAN INTENS DENGAN PARA SANTRI
Dari pembukaan yang telah dilaksanakan di Ponpes, gue melihat ada angin segar gitu untuk kami selama satu bulan melaksanakan program akan berjalan dengan baik, yeah terlepas ada kendala dan lain sebagainya. Tapi hal itu nggak akan berlarut-larut ketika pendekatan komunikasinya baik dengan mereka. Yeah, perlu proses dan sedang diusahakan. Gue sih belum sepenuhnya menemukan pola pendekatan yang tepat harusnya gimana, biar nantilah semoga ada titik terangnya.
KEGIATAN SIMULASI PROKER
Setelah selesai kegiatan pembukaan, Kami pamit dengan pihak Ponpes dan kemudian pulang ke Posko. Ada waktu kosong tuh setelah Dzuhur, tadinya mau digunakan untuk melakukan simulasi program kerja masing-masing penanggung jawab, memaparkan konsepnya. Tapi nggak jadi, karena kondisinya nggak efektif dilakukan.
SEKILAS MEMBACA BUKU
Di Sore harinya gue sekilas membaca buku terkait Dunia Lebih Indah Tanpa Sekolah yang ditulis oleh Nanang Martono. Cukup berdaging sih isinya. Dalam kata pengantarnya ia mengatakan bahwa seandainya masyarakat memaknai Sekolah hanya sebagai tempat mencari ilmu bukan mencari gengsi, gelar, kekayaan, jabatan, atau yang lain. Maka mereka pasti tidak akan mendewakan Sekolah.
Sepakat sih gue dengan argumennya, bahwa Sekolah itu jangan jadikan patokan untuk menjamin kita akan bahagia, karena banyak harta. Tapi jadikanlah patokan kita akan bahagia dengan kondisi ekonomi atau sosial yang ada.
MAKAN BERSAMA
Jadwal makan siang cukup ngaret, yeah jadwal piket memasak memang belum diterapkan. Untuk itu bagian yang masak, ya bareng-bareng aja. Menu makanannya lumayan enak sih, nasi liwet sama ayam goreng. Nggak tahu yah besok ada menu enak lagi nggak wkwk, sesuai dengan kondisi keuangan nanti aja dah.
RAPAT PERSIAPAN LARI SANTAI TINGKAT KECAMATAN
Dari Pihak Karang Taruna di Kecamatan kasemen, di Sore harinya memberikan informasi dadakan bahwa untuk delegasi tiap kelompok diharapkan dapat hadir di acara rapat pada malam di jam setengah delapanan. Tadinya gue mau berangkat sama humas, tapi sempat ada trouble. Akhirnya gue berangkat sendiri dah ke sana, nggak masalah sih bagi gue mah yang penting ada perwakilan dari kelompok untuk ke sana, makannyabagian rapat dan evaluasi gue serahkan kepada BPH untuk meng-handle dulu.
Pas datang ke sana, lumayan ramai sih. Ternyata ya itu kumpulan para Karang Taruna dari Kecamatan untuk persiapan acara yang beneran besar co! Elo bayangin dah target nanti untuk lari santai sekitar tiga ribu orang cuy! Yeah begitulah. Karena kita harus fokus ke pengabdian, Alhamdulllahnya dari pihak Karang Taruna memberikan kepada kami keringanan, yang penting ikut berpartisipasi sesuai dengan kemampuan sendiri.
Akhir kata, ada banyak waktu luang sih di hari kedua ini, tapi juga tantangannya ada kesibukkan-kesibukkan dadakan yang harus gue heandle, sejauh ini aman-aman aja.
0 Komentar