Hari Ketujuh KKM

Foto saat di traktir Es sama Doni
"Apa yang elo lakukan, ketika satu hari menjadi Bupati Pandeglang?" Tanya gue ke Puput, yang entah kenapa tiba-tiba menganggu aktifitas menulis yang sedang gue kerjakan.

"Hm... apa yah!." Jawabnya bingung. Harapan gue dengan pertanyaan random yang katanya berat itu, dia pergi keluar, bergabung dengan diskusi teman-teman yang lain.

"Oh yah, kalo elo apa yang akan dilakukan?" Tanyanya tiba-tiba, yang membuat aktifitas mengetik gue terhenti.

"Dalam hal apa dulu. Ekonomi, Pendidikan, Politik, SDM atau Pariwisata?" Tanya gue nggak mau kalah.

Dia mulai terlihat kesal. Tapi Ya Tuhan, entah kapan menghindarnya dari hadapan gue.

Hari Ketujuh KKM. Jadwal kegiatan ada dua, yaitu Pengajian Ibu-ibu khusus untuk cewek dan nanti ada kegiatan bimbingan belajar bahasa Inggris. Palingan untuk Cowoknya nanti ikut kegiatan santri di sore hari, ikut pengajian dengan Pak Kiyai. Jadi, di Pagi hari dan Siang harinya ada waktu luang untuk istirahat atau melakukan aktifitas lain.

KOMPAK MEMATIKAN ALARM

"Kemarin malam tuh, ketika kami ronda. Ada suara alarm di jam empat Pagi, Hasyim sama Umar kompak banget bangun untuk mematikan alarm itu." Kata Nadia yang di-iyakan oleh Qonita.

"Umar sibuk dengan celana kolornya. Dan Hasyim sibuk dengan sarungnya." Tambahnya.

Gue memang ingat momen kemarin itu, entah kenapa gitu kami sama-sama langsung bangun dan berusaha mematikan alarm di HP gue itu.

"Matikan Mar!" Ucap gue pada waktu itu, yang masih diingat.

Kocak emang tuh peristiwa.

MEMBUAT JADWAL MENGAJI DENGAN SANTRI

Di sekitar jam Sepuluhan gue, Doni dan Umar membuat kesepakatan terkait jadwal mengaji dengan Para Santri. Waktunya ada yang Pagi dan Sore. Kami membuat kesepakatan terkait siapa saja yang ikut pengajian secara bergiliran, jadi biar semuanya kebagian.

KETIDURAN

Setelah selesai membuat kesepakatan, plus sudah makan juga, mata gue berat banget mau tidur. Pas ke masuk ke dalam Posko, teman-teman yang kebagian piket sedang membagikan makana Siang ke beberapa piring. Yeah, karena gue sudah makan duluan, ya udah gue bilang nanti sisakan saja dan lanjut tiduran. Gila, nyenyak banget dah.

MENGAJI SORE BARENG SANTRI

Di Sore harinya, gue dan Umar menuju Pondok untuk mengikuti pengajian bersama Para Santri. Menurut Lurahnya, jadwalnya membahas Fiqih. Ya sudah, kita mengikut saja.

"Begini nih namanya KKM. Kuliah Kerja Mengaji." Puji Pak Kiyai kepada kami.

Kami tidak membawa kitab, hanya sekedar ikut dan mendengarkan saja. Lumayan aja dah, dapat ilmu tambahan.

ALDI DATANG

Ketika kami datang ke Posko, ternyata Aldi sudah datang. Gue melihat tidak percaya. Bukannya tadi barusan lihat vidionya sedang diurut dan Ibunya bilang untuk Izin dulu? Kok sudah tiba-tiba ada di sini. Sejujurnya gue kasihan sih lihat kondisinya, biar istirahat dulu gitu selama satu hari lagi di Rumahnya, tapi karena kita juga punya aturan dan dia nya juga sudah ada di Posko, ya udah mau bagaimana lagi, semoga saja lekas membaik.

RAPAT MALAM

"Kita jadi rapat ya?"

"Kita akan bahas apa, ketua?"

"Udahlah, jangan adakan rapat hari ini?"

Keluhan-keluhan dari teman-teman kelompok.

Gue bingung sebenarnya apakah harus selenggarakan rapat atau nggak, tapi ya sesuai aturan yang sudah dibuat sudah jelas tercantum setiap jam delapan malam ada rapat dan di hari itu melaksanakan program kerja, ya ada evaluasinya juga. Makannya gue mengambil keputusan untuk tetap menyelenggarakan rapat, terkait membahas apa, sudah gue tentukan di grup BPH.

Pertama, membahas terkait laporan setiap divisi masing-masing. Kedua, menentukan program tempat pembuangan sampah apakah harus dilanjut atau tidak? Karena beneran dah, ini perlahan menguras emosi, pikiran dan kekompakan. Ketiga, membahas jadwal rapat apakah mau perhari atau perkegiatan, biar tidak ada kata 'emang mau rapat yah' dan kesepakatannya rapat dilaksanakan fleksibel tetapi setiap malam ada briefing terkait kegiatan besok.

Keempat, gue menekankan kepada teman-teman kelompok untuk taat pada aturan yang berlaku, jangan disepelekan. Seperti contohnya jadwal pulang ke Rumah, itu bisa saja diizinkan oleh BPH kalo beneran urgent dan berkaiatan dengan orang tua. Kalo alasannya nggak jelas, ya sudah jangan harap ada lampu hijau.

Akhir kata, kekompakan tim itu penting. Gue senang ketika selesai rapat, kami sama-sama bercanda sambil mengerjakan prokeran menjilid buku yang akan dihibahkan ke Pihak Pesantren. Ditambah ada ide terkait akan jalan pagi, itu disambut dengan gelakan tawa, kayak nggak mungkin gitu hehe. Tapi ya sudahlah, membangun bonding memang kadang nggak dimulai dari hal besar seperti nonton Bioskop, Jalan-jalan ke Wisata terdekat, makan-makan di cafe dan lain-lain. Itu bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti receh, ngobrol random, dan sebagainya.   

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement