Foto saat Workshop Publik Speaking
"Kadang ada Cowok yang bingung dengan prinsipnya. Dia mendekati Cewek itu, tapi nggak mau memberikan kepastian. Maksudnya gini loh, kalo elo belum siap dengan tanggung jawabnya, jangan jadikan Cewek itu sebagai bahan cobaan dengan kata, ya udah mulai dulu, terus nggak ada keterbukaan lagi." Ucap Nabila dalam diskusi malam, membahas topik random.
"Sepakat sih. Mungkin nggak semua Cewek bakalan menerima kondisi Cowoknya apa adanya, tapi dengan adanya keterbukaan sebelumnya kan si Cewek juga bakalan mempertimbangkannya, apakah layak atau nggak nih Cowok. Sehingga jalinan hubungan yang dibangun tuh benar-benar sehat." Kata Tri, membuat topik random ini menarik diperdalami.
Nggak ada Cowok yang bingung sebenarnya. Yang ada, hanyalah Cowok yang belum selesai dengan dirinya, ingin fokus memperbaiki diri dan nggak mau ribet.
Trend hindari dari Cowok bingung di media sosial akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat, hadirnya membuat gender sebelah merasa kecewa berat karena tak kunjung diberikan kepastian, sebenarnya elo mau membawa ke mana sih arahnya? Begitulah.
Hari Kelima KKM, kegiatan hanya ada satu, yaitu mengikuti pengajian Ibu-ibu di Masjid Ta'lim, karena dua kegiatan tidak bisa dilaksanakan terkendala oleh perizinan dan kesalahpahaman. Untuk para cowoknya di Pagi hari sampai Dzuhur hanya mendekam di Posko sibuk dengan kegiatan masing-masing.
PROKER RANGAKAI BUNGA DI UNDUR
Kegiatan hari ini seharusnya membuat rangkai bunga untuk para santri Putri. Dari pihak pondok sendiri kemarin bilangnya bisa saja melaksanakan kegiatannya di Jam satuan. Tapi setelah dikomunikasikan lagi, katanya nggak bisa. Titik tengahnya meminta kegiatan tersebut diundur ke hari Kamis atau Jumat nanti. Ya, mau bagaimana lagi yah, kita nggak bisa memaksakan tanpa se-izin pihak Pondok. Sangat disayangkan memang, sering terjadi hal-hal seperti ini.
BIMBEL NGAJI BARENG ANAK-ANAK KOMPLEK
Sambil rapat di malam kemarin, divisi humas menghubungi pihak RT Komplek untuk izin menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Belajar Ngaji. Lumayan banyak sih bocilnya, jadi lumayan untuk diberdayakan. Alhamdulillah sih pihak RT nya memberikan lampu hijau, tapi karena di sekitar komplek juga ada yang menyelenggarakan ngaji bagi anak-anak, tak elo rasanya kalo kami nggak komunikasi juga.
Foto bersama Santri Putri
Maka dari itu, Pak RT menyarankan biar kami menunggu dulu dirinya komunikasi dengan pihak yang menyelenggarakan pengajian, baru setelah itu hasilnya akan disampaikan kepada kami. Setelah di follow up, katanya sih silahkan, cuman bocilnya perlu pendekatan yang menarik. Yeah, amanlah itu bagian tugas divisi acara, tinggal olah-olah doang.
TEMUAN KESALAHPAHAMAN
Yang cewek pada ikut pengajian bersama Ibu-ibu di Majlis Ta'lim. Mereka berangkat sekitar jam sembilanan. Ketika pulang tuh pertama mereka membawa kueh, lumayan yah buat mengganjal perut di Posko wkwk. Kedua, mereka kelihatan senang banget anjir, kayak sudah menemukan puzzle terakhir untuk menyelesaikan games. saking antusiasnya nih, mereka menceritakannya sambil makan, nggak nunggu makan selesai dulu.
Diantara kesalahpahamannya adalah soal perizinan menyelenggarakan kegiatan proker bersama Santri Putri. Bukan mereka menolak, lalu tiba-tiba mengalihkan jadwalnya ke hari lain, tapi ada waktu yang benar-benar para santri putri perlu jeda dulu untuk mengikuti kegiatan dari kami, setelah mereka selesai mengikuti pengajian rutinnya.
NGOPI BARENG SANTRI
Gue bertanya kepada mereka dalam sela-sela obrolan, apakah kegiatan Workshop Publik Speaking kemarin ada masukkan untuk diperbaiki? Salah satu Lurahnya menjawab bahwa ada, yaitu istilah publik speaking yang disampaikan terlalu umu, dan itu berlaku untuk yang dunia kampus, bukan untuk dunia mereka. Yang mereka inginkan adalah materi Publik Speaking yang disampaikan sesuai dengan tradisi di Dunia Pesantren, nggak formal dan penuh lelucon penyampainnya. Sehingga relate dengan mereka sendiri. Ya gue sih, namanya juga masukkan ditampung aja.
Ngopi bareng santrinya sih hanya gue doang, teman-teman Cowok gue pada nggak mau anjir, entahlah mereka juga mempunyai alasan, jadi bagi gue mah fine-fine. Tadinya gue mau menggunakan motor matic, tapi setelah coba-coba mengeluarkan motor Supra, enak juga tuh. Dibawanya ringan, nggak berat gitu, jadi ya udah gue pakai motor Supra ke Pondoknya, sambil sekalian menantang diri aja.
NGGAK ADA RAPAT
Khusus malam ini, nggak ada rapat apalagi evaluasi. Gue sudah berkomunikasi dengan divisi acara, tapi sempat kami ada miskom. Ditambah teman-teman yang lain juga sudah siap-siap mau pergi malam mingguan ke Banten lama, ya udah mau bagaimana lagi, akhirnya keputusannya nggak ada rapat. Untuk besok juga, agendanya libur, jadi nggak ada briefing.
Akhir kata, kita nggak tahu apakah kita sudah berada di posisi sempurna atau bukan, kalo tidak melihatnya dari orang-orang yang lebih menderita atau di bawah kita. Jadi, cobalah berkeliling atau searching di beberapa media informasi terkait kondisi sosial dan ekonomi orang yang tidak se-beruntung kita.
0 Komentar