Hari Keenam KKM

Bimbel Mengaji di Posko
"Kenapa nggak ikut Pulang, Mas?" Tanya salah satu Warga yang mengetahui gue tidak pulang di hari libur.

"Tanggung aja pak, kecuali beneran urgent untuk Pulang."

"Iya juga yah, kalo dipikir-pikir waktunya singkat juga. Tapi namanya juga waktu libur, setiap orang tentunya memiliki caranya tersendiri untuk mengisi kekosongan waktunya." Jawabnya dengan bijak.

Liburan itu waktu luang yang harus kita manfaatkan dengan baik, setiap orang memiliki caranya tersendiri mengekspresikan waktu istirahatnya dari aktifitas yang membebani sebelumnya. 

Hari Keenam KKM, di hari Minggu tidak ada program kerja yang harus dilaksanakan, karena jadwalnya memang libur. Sebagian teman-teman kelompok gue, ada yang pada Pulang ke Rumahnya masing-masing. Sedangkan gue? Yah, tadinya sih mau pulang juga, tapi setelah gue pikir-pikir ngapain yah, kalo nggak benar-benar urgent mah, jadi tetap stay aja di Posko. Makannya gue isi waktu libur ini dengan aktifitas seperti biasa, yaitu Long Run.

KESEPAKATAN WAKTU LIBUR

Di Hari Minggu memang jadwalnya libur, tapi bukan berarti tanpa ada aturan. Karena waktu dimulai liburnya itu dari Shubuh sampai Isya. Pokoknya gimana caranya, sebelum Isya itu harus sudah ada di Posko. Jadi singkat banget yah waktunya. Makannya pas mendengar cerita dari teman-teman kelompok yang pada pulang, mereka ke Rumah tuh hanya tidur doang wkwk. Rata-rata begitu sih penuturannya. Meskipun nggak menutup kemungkinan juga sih, gue kalo Pulang juga bakalan pindah tidur doang hehe.

LONG RUN 14 KM

Setiap hari Minggu, gue mempunyai jadwal tersendiri, yaitu Long Run. Terlepas kondisinya lagi KKM, gue mengusahakan untuk tetap long run. Jalur yang gue tuju adalah ke Alun-alun Kota Serang. Gue tahu sih Alun-alun Serang memang masih dalam proses pembangunan, jadi pastinya nggak bakaln menarik. Tapi apa salahnya ke sana dulu.

Ketika gue berjalan ke arah Alun-alun Kota Serang, ternyata di seberang gue orang-orang pada jalan ke arah yang berbeda cuy! Sepertinya mereka jalan menuju Banten lama atau tempat lainnya yang berbeda dengan yang gue tuju. Gue nggak menyangka banget bisa sampai ke Alun-alun Kota Serang, kayak bangga banget dah! Ditambah pas Pulang tadinya gue ragu, lutut gue mulai kayak sakit seperti dulu, apakah mau pesan maxim pulangnya atau tetap jalan kaki? Beruntungnya gue bisa jalan sampai ke Posko.

KETIDURAN

Pulang dari Long Run, gue mampir dulu ke Warung Madura untuk membeli beras dan Telur. Yeah, nggak ada jadwal masak soalnya, makannya pilihannya cuman dua. Membeli makanan dari luar atau masak secara mandiri, ya udah gue memilih masak sendiri, hitung-hitung belajar hemat aja. Atau kalo kata Henry Manampiring mah, belajar hidup menderita.

Sesampainya di Posko, ternyata hanya ada Nurul dan Salsabila. Dan ternyata mereka sudah masak nasi Goreng, lumayanlah buat mengganjal perut, soalnya nih yah kalo sudah long run perut kita gampang lapar banget, bahkan porsi makannya juga kayak kuli hehe. Jadi ya udah gue iyakan nanti memakannya. Eh, setelah makan dan mandi sebagainya, gue ketiduran nyenyak banget.

EKSPERIMEN MENANAK NASI

Biasanya menanak nasi bisa dengan dikukus atau yeah cukup dimasukkan ke dala wadah, lalu di tutup rapat-rapat, udah jadi tuh barang. Hal ini gue pikirin, bisa nggak yah gue menanak nasi tanpa ada alat kukusnya. Untuk itu hanya berbekal 'Kenceng' dan satu lagi gue lupa namanya, itulah pokoknya, mulai menanak nasi. Eh, buju busat gagal co! Gue sih menyimpulkan gagalnya karena nggak ada tutupnya, sehingga proses matangnya itu nggak merata. Gue menganggapnya ini ekperimen, bahwa menanak nasi tanpa di tutup ternyata nggak efektif cuy!

ALDI TIDAK BISA KE POSKO

Gue shalat Maghrib di Masjid, dan nggak membawa hp, nggak mau ribet aja sih. Ternyata se-pulang gue Shalat ada empat panggilan yang masuk, yaitu dari Aldi. Ada apa gerangan? Ibunya memberitahu bahwa Aldi nggak bisa ke Posko, dikarenakan sakit. Entahlah sakit apa, yang jelas pas gue telephone ibunya bilang sakit perut, dan itu membuat dia berdiri aja nggak kuat. Teman-teman gue sih, menyimpulkan bahwa itu sakit gerd, jadi memang beneran nggak kuat berdiri, begitulah. 

RAPAT MALAM

Di Jam Sembilan, setelah pada kumpul kami mulai masuk ke dalam agenda lagi, yaitu rapat malam. Pembahasannya seperti biasa, ada progres masing-masing divisi, perihal kegiatan besok ngapain aja dan hall-hal teknis lainnya yang perlu didiskusikan. Begitulah.

Akhir kata, di waktu libur gue bersyukur masih bisa manfaatkan dengan baik, kegiatan rutin seperti long run juga bisa gue lakukan, sehingga membuat tidur gue nyenyah hehe. Nggak spesial memang, tapi nggak diisi oleh kekosongan yang nggak ada artinya sama sekali. 

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement